
Masyarakat Bali belakangan ini merasakan suhu udara yang lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari. Di wilayah Denpasar, suhu minimum tercatat sekitar 22 derajat Celsius, sementara di kawasan dataran tinggi Bedugul suhu dapat turun hingga 10 derajat Celsius.
Seorang warga Bedugul, Dzulkifli, mengaku suhu dingin kali ini terasa lebih menusuk. Menurutnya, bahkan warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut tetap harus menggunakan dua selimut saat malam hari karena udara terasa seperti berada di dalam kulkas.

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Agus Mahendra, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan fenomena musiman yang normal dan terjadi setiap tahun pada musim kemarau, khususnya selama periode Juni hingga Agustus.
Pada musim kemarau, tutupan awan umumnya lebih sedikit sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara menurun lebih signifikan, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Bedugul.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas pada malam dan dini hari atau berada di kawasan pegunungan, untuk mengenakan pakaian yang lebih hangat dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama periode suhu dingin berlangsung.















Komentar