oleh

Panglipuran Festival 2026 Usung Pariwisata Regeneratif Berbasis Adat dan Lingkungan

-Berita-20 Dilihat
banner 468x60

Panglipuran Festival Ke-13 Tahun 2026 kembali menegaskan komitmennya sebagai ajang promosi pariwisata regeneratif yang mengedepankan pelestarian adat, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan destinasi wisata di Bali.

Mengusung tema “Harmoni Bumi Panglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan, dan Regeneratif”, festival ini diharapkan semakin memperkuat posisi Desa Wisata Panglipuran sebagai salah satu contoh keberhasilan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia.

banner 336x280

Saat membuka Panglipuran Festival pada Kamis (9/7), Bendesa Adat Panglipuran, Wayan Budiarta, menjelaskan bahwa konsep pariwisata yang diterapkan di Panglipuran sejak awal tidak dibangun semata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Sebaliknya, pengembangan desa wisata berangkat dari komitmen masyarakat dalam menjaga warisan adat, budaya, serta kelestarian lingkungan yang diwariskan oleh para leluhur.

Menurutnya, seluruh pengelolaan kawasan tetap berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Melalui penyelenggaraan Panglipuran Festival 2026, masyarakat berharap dapat memperkenalkan konsep pariwisata regeneratif yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan budaya, memperkuat partisipasi masyarakat lokal, serta melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang. Festival ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi dan alam dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor pariwisata yang berkualitas.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *